Kamis, 25 November 2021

Kasatkorcab Banser Lumajang Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Peduli Pesantren


Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menghadiri acara Resepsi Harlah Ke - 2 NU Online Jatim dengan tema "Upgrading dan Penguatan Literasi Dakwah di Era Resonansi Digital 5.0," bertempat di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang, Kamis (25/11/2021).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lumajang menerima penghargaan sebagai "Tokoh Inspiratif Peduli Pesantren" yang diberikan secara langsung oleh, KH. Marzuki Mustamar. 

Usai mengikuti acara tersebut, Bupati Lumajang menyampaikan, beberapa program dari APBD Kabupaten Lumajang banyak memprioritaskan pengembangan pesantren baik dalam sisi pendidikan maupun kemandirian ekonominya.

"Misalnya, kita punya program Badan Usaha Milik Pesantren, yang menyambungkan program One Pesantren One Product (OPOP) yang ada di Provinsi Jawa Timur. Prioritasnya adalah pesantren yang bisa memiliki produk," ujarnya.

Sementara di Kabupaten Lumajang, akan diberikan secara langsung kepada pesantren yang sudah mempunyai produk unggulan sendiri, sehingga nantinya akan bisa diintervensi menjadi usaha, yang basis usaha itu tentunya sambung antara pasar, kualitas dan kontinuitas produksinya.

Bupati juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Lumajang saat ini sudah ada anggaran untuk insentif guru ngaji dengan memberikan Kartu Lumajang Mengaji. Selain itu, ada juga bantuan untuk seluruh sekolah-sekolah yang ada di pesantren baik seragam maupun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung