Sabtu, 27 Maret 2021

Konferancab ; Momentum Menata Kader dan Evaluasi Sesuai Dengan Konstitusi Organisasi

Anwalin News - Reorganisasi adalah keharusan dalam sebuah organisasi. Dengan reorganisasi ini, menandakan bahwa organisasi tersebut mampu menunjukkan eksistensiya di tengah-tengah peradaban sosial. Di sisi lain, reorganisasi ini menjadi barometer terhadap laju pergerakan  organisasi. Dari sinilah sejatinya awal pergerakan dimulai. Menemukan dan mencetak kader militan yang siap sedia untuk melanjutkan perjuangan organisasi. Merumuskan, menetapkan dan memantapkan rumusan program kerja dan rekomendasi. Dengan adanya kedua komponen, yaitu kader militan organisasi dan ditunjang dengan rumusan-rumusan program kerja strategis  diharapkan tujuan serta cita-cita organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efesien.


Oleh karena itulah, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo, pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2021 M, yang bertepatan dengan tanggal 13 Sya’ban 1442 H, mengadakan kegiatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor Kecamatan Watulimo ke-11 yang bertempat di MI Pakel Kec. Watulimo. Kegiatan ini mengusung tema, “Konsolidasi Internal Menuju Transformasi Organisasi Modern yang Dijiwai Nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”.

“Moment konferancab ini, merupakan waktu yang tepat untuk menata diri sebagai kader organisasi, mengevaluasi organisasi sesuai dengan amanah konstitusi organisasi. GP Ansor adalah organisasi yang besar, maka janganlah mlaku sak karepe dewe dan ilmu pokok’e.”, kutipan sambutan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, Sahabat Murdiyanto, S.Pd. S.Kom. di acara pembukaan Konferancab XI GP Ansor Kecamatan Watulimo.


Hal ini mengandung maksud bahwa GP Ansor sebagai organisasi terstruktur mulai dari tingkat ranting sampai dengan tingkat pusat memiliki garis instruksi yang jelas. Jadi tidak dibenarkan untuk bergerak tanpa adanya instruksi dari pemangku kebijakan. Selain itu gerak langkah dan perjuangan GP Ansor harus didasarkan dengan konstitusi organisasi. Tujuannya adalah agar perjuangan organisasi tetap berjalan sesuai dengan tujuan mulia pendiri organisasi.

Konferancab ini juga merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi kinerja kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo periode tahun 2018 sampai dengan 2020. Apresiasi disampaikan setinggi-tingginya oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Trenggalek. Melalui sambutannya mewakili Ketua PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek, Sahabat Atho’ mengatakan bahwa kinerja dan prestasi dari PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo patut untuk mendapatkan apresiasi positif. Karena dari sebanyak 14 PAC yang ada di Kabupaten Trenggalek, PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo adalah PAC yang mendapat akreditasi A+ (A Plus) kedua pada tahun 2019 setelah PAC GP Ansor Kecamatan Munjungan. Tentu hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, yang menandakan bahwa mulai dari segi administrasi sampai dengan pelaksanaan program kerja, itu sesuai dengan konstitusi organisasi.

Di acara yag dihelat dua tahunan inilah terdapat momen pemilihan kepengurusan organisasi yang baru. Segala persaingan mungkin untuk terjadi. Oleh karena itulah Sahabat Atho’ berpesan bahwa terjadinya persaingan dalam Konferancab ini adalah sesuatu hal yang wajar. Karena hal itu menandakan adanya dinamika dalam organisasi. Namun demikian, Kader Ansor harus menjunjung tinggi semangat kerukunan dan sportifitas demi terwujudnya tujuan Konferancab.

Konferancab tahun 2021 ini dibuka oleh Forkopimcam Watulimo yang dalam hal ini oleh Bapak Cikini dari Polsek Watulimo. Di sela-sela sambutannya beliau berharap bahwa Ansor harus tetap eksis menjadi organisasi kepemudaan yang cinta damai, menjadi penyejuk dan penebar kerukunan serta toleransi di tengah-tegah masyarakat. Selain itu keberadaan Ansor harus mampu menjadi pelopor gerakan sosial masyarakat. Misalnya, aktif dalam penanganan bencana, suplay air bersih waktu musim kemarau, dan sebagainya.


Sesuai dengan tema Konferancab kali ini, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Watulimo, berharap bahwa periode selanjutnya harus lebih taat pada konstitusi organisasi. Akreditasi harus dipenuhi agar kelak Gerakan ini menjadi lebih bermanfaat dan barokah.

Selamat ber-Konferancab. Semoga bisa mencetak generasi militan dan melahirkan program kerja strategis. Aamiin (DH)

 

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung