Senin, 01 Februari 2021

PELAJARAN UNTUK KITA


Satu-satunya burung yang berani mematuk elang adalah burung gagak. 
Ia duduk di punggung elang dan menggigit lehernya. 

Namun, elang tidak menanggapi atau bertarung dengan gagak.
Elang tidak mau menghabiskan waktu atau energi dengan ulah si gagak. 
Elang hanya membuka sayapnya dan mulai terbang lebih tinggi di langit. 

Semakin tinggi terbang, semakin sulit bagi gagak untuk bernafas dan akhirnya gagak tersebut jatuh karena kekurangan oksigen. 

Anda tidak perlu menanggapi semua pertempuran. 
Anda tidak perlu menanggapi atau menjawab kembali semua argumen, tuduhan, fitnah nyinyiran atau kritikan.

Angkat saja standarmu dan kepakkan sayapmu... 
Terbanglah tinggi... 

Niscaya mereka akan jatuh sendiri..!! 

Berhentilah membuang waktu dengan "burung² gagak" dalam kehidupanmu... 

Bawa saja ke ketinggian anda. Dan mereka akan memudar dengan sendirinya. 

(Prof. Mukhaer Pakkana).

Sumber : Facebook
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung