Kamis, 18 Februari 2021

KISAH HIKMAH: PENGAMPUNAN DI BULAN RAJAB


Ada salah satu hadis dari Rasulullah SAW. Beliau pernah bercerita dalam sabdanya:

Sesungguhnya di balik gunung Qaf terdapat sebidang tanah putih. Debu tanahnya hampir menyerupai perak. Luas tanah itu seperti luas dunia tujuh kali, di tempat itu penuh sesak dengan para malaikat. Sehingga andai kata sebuah jarum dijatuhkan ke bawah, niscaya akan terjatuh di atas salah satu dari mereka.

Setiap tangan mereka memegang sebuah bendera. Bendera itu bertuliskan kata:

لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
“Tiada Tuhan Kecuali Allah. Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Di setiap malam jum’at di bulan Rajab, mereka berkumpul di sekeliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Dengan diiringi tangisan dan penuh harapan, mereka berdoa ,“Wahai Tuhan kami, kasihanilah umat Nabi Muhammad SAW. Janganlah Engkau siksa mereka”.

Setelah itu, Allah SWT berfirman, “Wahai para Malaikatku, apa yang kalian kehendaki?”

“Kami menginginkan Engkau mengampuni dosa umat Nabi Muhammad SAW.” Jawab para malaikat.

Mendengar jawaban itu, Allah SWT berfirman, “Aku telah mengampuni mereka.”

_______________________
Disarikan dari hikayat ke tujuh puluh, kitab An-Nawadir, karya syekh Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyubi, hlm. 63, cet. Al-Haromain

Sumber : FB LIRBOYO
Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung