Minggu, 29 November 2020

PAC GP Ansor Watulimo Ikuti Apel Kebangsaan Virtual Secara Nasional bersama PC GP Ansor Trenggalek

Anwalin News – Trenggalek (29/11) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengikuti Apel Kebangsaan Virtual se-Indonesia bersama PC GP. Ansor Trenggalek di Balai Kelurahan Sumbergedong Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara Daring/Online melalui media ZOOM dan Youtube dan disiarkan secara langsung (Live) secara Nasional.
 
Pada Kegiatan Apel kebangsaan tahun ini, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengambil tema “Tiada Gentar Dada ke Muka, Bela Agama Bangsa Negeri”. Pengambilan tema Apel Kebangsaan tahun ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara Indonesia yang tengah dilanda Pandemi Covid-19 serta banyaknya golongan-golongan diluar Nahdlatul Ulama yang terus ingin merongrong dan mencarutmarutkan permasalahan bangsa sehingga banyak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan ditengah masyarakat.


 

Apel Kebangsaan Virtual ini disentralkan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dari Rembang Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum sahabat H. Yaqut Qoulil Qoumas. Bertindak sebagai Inspektur Apel adalah sahabat H. Abdurohman Andung yang mana beliau saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
 
Setelah Apel selesai, acara dilanjutkan dengan Orasi Kebangsaan oleh Gus Yaqut, panggilan akrabnya sahabat Ketum PP GP. Ansor. Gus Yaqut menyampaikan bahwa tujuan Apel kebangsaan ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh elemen bangsa bahwa menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan pandangan politik ataupun agama adalah satu-satunya cara yang harus dipertahankan.


 

“Tujuan Apel Kebangsaan ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh elemen bangsa bahwa menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan pandangan politik ataupun agama adalah satu-satunya cara yang harus dipertahankan” begitu terangnya dalam orasinya.
 
Beberapa point lain yang disampaikannya, adalah; Kepada para ‘penumpang gelap’ jangan sekali-kali memaksakan kehendak. GP Ansor dan Banser akan bersama-sama TNI/POLRI melawan setiap bentuk upaya memecah belah persatuan dan kesatuan. Gus Yaqut juga menyampaikan, bahwa Dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan bangsa. GP Ansor dan Banser menghimbau kepada semua pihak untuk menghindari aksi-aksi pemaksaan dan kekerasan demi kepentingan politiknya.
 
Kegiatan Apel Kebangsaan secara Virtual ini dimulai pada pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB yang diikuti oleh perwakilan kader ansor dan banser seluruh Indonesia. Hadir dalam Kegiatan Apel yang difasilitasi oleh PC GP. Ansor Trenggalek di Balai Kelurahan Sumbergedong Kabupaten Trenggalek antara lain; Gus Zakki (ketua PC), Komandan H. Fatkhurohman MQ. (kasatkorcab banser) serta beberapa jajaran pengurus PC GP. Ansor Trenggalek dan Satkorcab Banser Trenggalek. Selain itu Apel juga diikuti secara bersama-sama oleh Ketua PAC GP. Ansor se-Kabupaten Trenggalek dan perwakilan dari anggota Banser Satkoryon se-Kabupaten Trenggalek.



Sedangkan dari PAC GP. Ansor Watulimo yang hadir adalah sahabat Murdiyanto (ketua PAC) beserta segenap jajaran Satkoryon Banser Watulimo yang meliputi komandan Murjianto (kasetma satkoryon), Maksum Asngari (Provost), Dasar (Kasarkorkel Prigi), Agus Rianto, Imam Muklisin (Tim Media Anwalin), Khusnul Mutholib, Sukamto, Samsul Nur Aziz, Yamidi (Banser Gemaharjo), Jaidi, Anam (Banser Pakel) serta Sigit Moertejo dan sahabat Suminto (Banser Ranting Watulimo) yang keseluruhan utusan/delegasi dari PAC GP. Ansor Watulimo berjumlah 14 personil.
 
Acara Apel Kebangsaan berjalan dengan khidmat dengan mengikuti seluruh rangkaian / rundown dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan, yaitu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan bagi seluruh peserta apel yang hadir di balai Keluarahan Sumbergedong Kabupaten Trenggalek. (MY)

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung