Kamis, 15 Oktober 2020

Orientasi dan Pembekalan Calon Kader Banser Ranting Watuagung oleh PAC GP. Ansor Watulimo


Anwalin News
– Watuagung, 14 Oktober 2020 Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Watulimo mengadakan Turba ke Ranting Watuagung. Kegiatan Turba tersebut atas undangan dari Pimpinan Ranting GP. Ansor Watuagung bersama Pengurus Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung dengan agenda Orientasi dan pembekalan calon kader Banser Desa Watuagung.
 
Acara Turba PAC tersebut sekaligus kegiatan lailatul ijtima’ GP. Ansor Ranting Watuagung yang bertempat di Masjid Miftakhul Huda Dusun Suwur Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dengan dihadiri segenap pengurus GP. Ansor Ranting Watuagung, Jajaran Satkorkel Banser dan para Calon Kader Banser Desa Watuagung yang berjumlah 17 orang. Calon Kader Banser tersebut dengan kesadaran diri dan inisiatif masing-masing bermaksud ingin bergabung dengan organisasi GP. Ansor melalui semi otonomnya, yaitu Barisan Ansor Serbaguna (Banser).


Acara pembekalan para calon kader diawali dengan sambutan dari ketua GP. Ansor Ranting Watuagung yaitu sahabat Muspan yang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang untuk bergabung dengan Banser Watuagung kepada para calon yang berjumlah 17 orang tersebut.
 
Dari PAC GP. Ansor Watulimo yang hadir dalam kegiatan turba tersebut antara lain sahabat Murdiyanto (ketua PAC), sahabat Mustarom (wakil sekretaris PAC), sahabat Sujito (wakasatkoryon Banser Watulimo), sahabat Agus Salim dan sahabat Imam Mukhlisin yang merupakan Biro Infokom dan Biro Giat Satkoryon Banser Watulimo.
 
Dalam sambutannya sebagai bentuk pembekalan kepada para calon Kader Banser Watuagung, sahabat Murdiyanto selaku Ketua PAC GP. Ansor Watulimo menyampaikan bahwasanya Barisan Ansor Serbaguna, selanjutnya disebut BANSER, adalah Kader inti GP Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program GP Ansor. Kader dimaksud adalah anggota  GP Ansor yang memiliki kualifikasi: kedisiplinan dan dedikasi tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius serta mampu berperan sebagai benteng ulama yang dapat mewujudkan cita-cita GP Ansor di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan umum sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.


Selanjutnya sahabat Murdiyanto juga menyampaikan tentang Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Banser yang meliputi :
  1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan GP Ansor.
  2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program GP Ansor.
  3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi GP Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program-program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama.
  4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi GP Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturahim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota BANSER, anggota GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat.
 
Sahabat Murdiyanto juga menyampaikan perihal tugas BANSER yang meliputi :
  1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan GPAnsor serta menyelamatkan dan mengembankan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai.
  2. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
  3. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan GP Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
  4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silahturahim sesama anggota BANSER dan anggota GP Ansor.

Tak Lupa, Ketua PAC GP. Ansor Watulimo juga menyampaikan Tanggung jawab BANSER sebagai Kader Inti GP. Ansor, yaitu :
  • Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan GP Ansor dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
  • Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh BANSER, GP Ansor, jam’iyyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan  lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
  • Bersama dengan kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Diakhir acara, diisi pembekalan oleh Bapak Kyai Muniri selaku Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Ranting Watuagung yang menyampaikan dukungannya sebagai orang tua dari sebuah organisasi, serta motivasi-motivasi lainnya dengan harapan para pemuda (kader NU) Watuagung bisa semakin bertambah kesadaran dirinya untuk berorganisasi melalui Gerakan Pemuda Ansor dan kader yang sudah bergabung bisa membawa / mengajak teman-temannya untuk ikut bergabung di GP. Ansor melalui semi otonomnya, yaitu Barisan Ansor Serbaguna. (MY)

 

 

Share:


Perjuangan adalah jalan sunyi yang tidak selalu dipenuhi tepuk tangan, tetapi selalu dihiasi makna. Ia menuntut kesabaran ketika hasil belum terlihat, menuntut keteguhan ketika langkah terasa berat. Dalam setiap lelah yang kita rasakan, sesungguhnya sedang ditempa kekuatan baru. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, selama ia dilandasi niat tulus dan keyakinan bahwa setiap proses adalah bagian dari rencana besar kehidupan.


Pengabdian adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ia tidak selalu berbicara tentang panggung dan sorotan, tetapi tentang ketulusan memberi tanpa menghitung kembali. Mengabdi berarti siap hadir, siap berkorban, dan siap menjadi bagian dari solusi. Di situlah nilai diri diuji apakah kita hanya ingin dikenal, atau benar-benar ingin bermanfaat. Sebab sejatinya, kemuliaan seseorang terletak pada seberapa besar ia memberi arti bagi orang lain.


Teruslah berjuang dan mengabdi, meski jalan tak selalu mudah. Karena dari perjuangan lahir ketangguhan, dan dari pengabdian lahir keberkahan. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, setiap kerja sebagai amal, dan setiap pengorbanan sebagai investasi kebaikan. Kelak, waktu akan menjadi saksi bahwa kita pernah berdiri teguh, berbuat sungguh-sungguh, dan mengabdikan hidup untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Terjemahkan

Arsip Blog

Sahabat Kita

Statistik Pengunjung